Ekstrakulikuler PASKIBRA

    Dibaca 3656 kali

Sejarah Paskibraka

Dikutip dari laman Wikipedia mengenai sejarah PASKIBRAKA, “Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946. Dalam memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Namun, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta. Pada tahun 1967, Husein Mutahar kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

  • Pasukan 17 / pengiring (pemandu),
  • Pasukan 8 / pembawa bendera (inti),
  • Pasukan 45/pengawal.

Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI. Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka.

Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh eks-anggota pasukan tahun 1967.

Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri.

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka”.

Statistik Pengunjung

    Online:4
    Hari Ini:200
    Kemarin:364
    Bulan Ini:1728
    Tahun Ini:71609
    Total:382714

    Testimoni Alumni

    Rian alumni Tahun 2022

    Dengan pengalaman pembelajaran di SMK KORPRI Majalengka menjadi bekal saya didunia luar ,dan saya berterimakasih kepada guru guru saya yang telah mendidik ,mengajari saya dengan sabar begitupun teman teman seangkatan saya dan pengalaman organisasi disekolah seperti OSIS,Pramuka dll pasti juga sangat berguna.
    Saya ucapkan terimakasih untuk SMK KORPRI Majalengka ,semoga tambah maju tambah sukses tambah jaya.

    - Rian alumni Tahun 2022
    Rizky

    "Saya Rizky, bangga menjadi alumni SMK KORPRI Majalengka, Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Bekal ilmu, keterampilan praktis, dan kedisiplinan yang saya dapatkan selama bersekolah sangat membantu saya untuk langsung bekerja dan beradaptasi dengan cepat di dunia industri.

    Berkat bimbingan para guru yang sabar dan kompeten, saya kini dipercaya untuk bekerja di PT BAJA SATYA PRATAMA. Kepada adik-adik, jangan pernah ragu untuk masuk SMK KORPRI Majalengka, karena di sini kalian akan diajarkan keahlian yang nyata dan dicari oleh pasar kerja!

    Maju terus SMK KORPRI Majalengka!"

    Rizky (Alumni TKR, Sukses di PT Baja Satya Pratama)

    - Rizky
    Apriansyah Gurhandi

    "Saya Apriansyah Gurhandi, alumni SMK KORPRI Majalengka Tahun 2026 dari Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Menjadi bagian dari SMK KORPRI Majalengka adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya. Di sini, saya tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dibekali dengan logika pemrograman dan kemampuan teknis yang sangat kuat di bidang teknologi informasi.

    Berkat fondasi ilmu yang kokoh dan dukungan penuh dari bapak/ibu guru, alhamdulillah saya berhasil melanjutkan kuliah di Telkom University Bandung melalui Jalur Program Beasiswa pada Program Studi Informatika.

    Bagi saya, SMK KORPRI Majalengka terbukti nyata mampu mempersiapkan lulusannya, tidak hanya untuk siap kerja, tetapi juga sangat siap bersaing melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favorit! Sukses selalu SMK KORPRI Majalengka!"

    Apriansyah Gurhandi (Alumni RPL, Penerima Beasiswa Informatika Telkom University)

    - Apriansyah Gurhandi
    Luthfi Raihan Ramdan

    "Saya Luthfi Raihan Ramdan, alumni konsentrasi Keahlian Teknik Pemesinan SMK KORPRI Majalengka Tahun 2026. Menjadi bagian dari sekolah ini telah membentuk diri saya menjadi pribadi yang berdisiplin tinggi dan siap bersaing di dunia industri. Melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan pabrik modern, saya dibekali keterampilan teknis yang sangat berharga selama masa pembelajaran di sekolah.

    Alhamdulillah, berkat bimbingan intensif dari bapak dan ibu guru, kini saya langsung diterima bekerja di PT Naga Sinar Terang Cikarang sebagai Operator Mesin Computer Numerical Control (CNC).

    Bagi adik-adik sekalian, jangan pernah ragu untuk memilih SMK KORPRI Majalengka. Di sini kita benar-benar ditempa dengan keahlian yang nyata dan dicari oleh perusahaan-perusahaan besar. Maju terus SMK KORPRI Majalengka!"

    Luthfi Raihan Ramdan (Alumni Teknik Pemesinan SMK KORPRI Majalengka Tahun 2026, Operator Mesin CNC di PT Naga Sinar Terang Cikarang)

    - Luthfi Raihan Ramdan

    MITRA

    whatsapp