MAJALENGKA – Menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, SMK KORPRI Majalengka sukses melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bersama LSP-P1 SMK KORPRI Majalengka pada 9 - 13 Februari 2026. Agenda tahunan ini bukan sekedar ujian akhir, melainkan proses sertifikasi resmi untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selama satu pekan penuh, laboratorium dan bengkel praktik SMK KORPRI Majalengka bertransformasi menjadi tempat uji kompetensi (TUK) standar industri. Para siswa kelas XII ditantang untuk menyelesaikan proyek kerja nyata sesuai dengan skema keahlian masing-masing.
Standar Kompetensi Nasional di Setiap Lini
Pelaksanaan UKK tahun ini mengacu pada skema okupasi dan kualifikasi terbaru yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja global:
Sektor Manufaktur: Siswa Teknik Pemesinan menunjukkan ketangguhannya dalam skema Operator Perkakas Mesin.
Dunia Otomotif: Konsentrasi Teknik Kendaraan Ringan fokus pada skema Electrical Junior Technician, sementara Teknik Sepeda Motor menempuh Skema Sertifikasi Kualifikasi II.
Teknologi Informasi: Siswa TKJ diuji sebagai Junior Technical Support, dan siswa RPL membuktikan kemampuannya sebagai Teknisi Pendukung Operasional Jaringan (Operational Support Technician).
Kualitas Tanpa Kompromi
Ketua LSP-P1 SMK KORPRI Majalengka menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara objektif oleh para asesor. "Kami tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga attitude, kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta efisiensi kerja. Tujuannya agar saat mereka lulus, mentalitas industri sudah terbentuk sempurna," ungkapnya.
Dengan sertifikat berlogo Garuda yang akan dikantongi para siswa yang kompeten, SMK KORPRI Majalengka optimis lulusan tahun ini akan menjadi incaran perusahaan-perusahaan besar, baik di tingkat lokal maupun nasional.











